Skip to main content

Hakim Sidang Kasus Buloa Terindikasi Melanggar ? Tunggu Hasil Rapat KY

tipikor
Ilustrasi (INT)

KABAR.NEWS, Makassar - Komisi Yudisial (KY) bakal merilis laporan hasil pemantauan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menyidangkan perkara kasus korupsi lahan negara Buloa. Hasil laporan pemantauan KY ini dilakukan sejak awal bergulirnya kasus ini ke meja hijau.

 

Hasil laporan pemantauan tersebut nantinya akan ditelaah KY untuk mengetahui, apakah hakim yang menyidangkan perkara ini melakukan pelanggaran Kode Etik Pedoman dan Perilaku Hakim (KEPPH) ataukah tidak.

 

"Catatan-catatan pemantauan kami ini, tetap akan kami teruskan ke pusat untuk menentukan ada indikasi pelanggaran nanti akan ditentukan dari hasil rapat panel atau rapat komisioner kami di pusat," kata, Asisten Koordinator KY Penghubung Wilayah Sulawesi Selatan, Ni Putu Dewi Damayanti kepada KABAR.NEWS, Selasa (19/12/2017).

 

Seluruh hasil pemantauan terhadap hakim yang menyidangkan perkara itu katanya akan tetap diproses oleh KY pusat dalam evaluasi hasil rapat nanti. Wanita yang akrab disapa Dewi ini menyebut salah satu poin penting dalam proses pemantauan yang dilakukan, diantaranya adalah metode preventif.

 

"Yang kami pantau pada dasarnya tetap berpegang teguh pada KEPPH. Yang jelas kami tidak masuk ke kasusnya. Karena hakim itukan harus tetap independen. Tapi kalau ada indikasi hakim itu melakukan pelanggara, tetap itu adalah wewenang KY," tutupnya.

 

Diketahui Pengadilan Tipikor Makassar, menunjuk tiga hakim yang menyindangkan perkara yang mengakibatkan kerugian keuangan negara cukup besar ini. Ketiganya adalah, Bonar Harianja yang bertindak sebagai hakim ketua dan dua hakim anggota lainnya, Cenning Budiana dan Abd Razak.

 
  • Arul Ramadhan/***