Skip to main content

Berebut Proyek Pengaspalan Jalan di Bangkalan, Dua Bos Kontraktor Bentrok

rgfrefvger
 Polisi mengamankan sejumlah Sajam disamping kantor BPKAD Bangkalan.(INT)

 

KABAR.NEWS, Bangkalan - Proses lelang proyek pengaspalan jalan di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan yang digelar di kantor Unit Layanan Pengadaan berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi saat pemilik dua perusahaan yakni Hofi pemilk PT Ainur Rizki Pratama bersitegang dengan Ganda pemilik PT Dharma Putera Persada.  Bahkan kericuhan terjadi tepat disamping kantor Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Bangkalan, Jawa Timur dan sempat terdengar suara letusan Senjata Api (Senpi). 

Beruntung kepolisian cepat berada di TKP sehingga tidak ada korban jiwa. 

 

"Kami akan minta celana korban (Ganda), untuk diteliti di labfor, benar gak kena serempetan peluru," kata Kepala Satreskrim, Polres Bangkalan, AKP Anton Widodo.

 

Selain Senpi, pendukung dua bos perusahaan kontraktor tersebut juga membawa senjata tajam jenis celurit. Tetapi saat polisi datang, kedua kubu menyembunyikan sajam yang dibawa ke dalam mobil dan sebagian warga Lantek Timur pergi meninggalkan lokasi. Sedangkan warga Galis sebagian tetap bertahan di lokasi.

Anton kemudian memerintahkan anak buahnya menggeledah semua mobil milik pendukung Ganda. Polisi menyita puluhan senjata tajam. Setelah itu, polisi menyisir area kantor Pemkab Bangkalan. Di halaman GOR Saka, polisi mendapati dua mobil Jazz dan Grand Max parkir terpisah. Setelah digeledah polisi menemukan puluhan senjata tajam disimpan dalam bagasi. Kedua mobil itu diduga milik pendukung Hofi.

Total, polisi menyita lebih dari 11 mobil dan 8 orang dari kedua kubu kemudian dibawa ke Mapolres Bangkalan. Termasuk mobil mewah merk Hummer milik kontraktor bernama Muslim. Mobil dan pemiliknya ditangkap atas kepemilikan senjata tajam. 

"Membawa sajam itu pidana," ungkap Anton.

Setelah situasi terkendali, Ganda dan sejumlah pendukungnya datang ke Mapolres Bangkalan. Ganda sempat diperiksa di ruang unit pidana umum. Saat bersamaan, polisi gabungan dari Reskrim dan Intelkam menuju kecamatan Galis untuk menangkap pemilik senjata api.