Skip to main content

Kopertis Apresiasi Universitas Islam Makassar Buka Program Studi Hukum

uim
Koordinator Kopertis XI Prof Andi Niartiningsih (kiri) saat menyerahkan SK Kemenriset Dikti kepada Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof Iskandar Idy di Kantor Kopertis XI, Senin (18/12/2017). (IST).

KABAR.NEWS, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) akhirnya mengantongi izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) untuk membuka Program Studi Hukum tahun akademik 2018/2019.

 

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 716/KPT/I/2017. Dan telah diserahkan langsung oleh Koordinator Kopertis XI Prof Dr Andi Niartiningsih kepada pihak Kampus UIM, di ruangan Koordinator Kopertis, Jalan Bung Makassar, Senin (18/12/2017).

 

SK tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof Iskandar Idy, didampingi Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Ketua LPPM Musdalifah Mahmud, Koord. MKU Prof Tahir Malik, Kabag. Akademik Ahmad Najib, Kabag. Umum Nurdin Tajry, Kepala Tata Usaha Andy Muhammad Idris.

 

Dalam sambutan Prof Andi Niartiningsih yang didampingi Sekretaris Pelaksana Kopertis Hawignyo mengapresiasi Kampus UIM sebagai salah satu perguruan tinggi sehat.

 

"Atas nama Kopertis Wilayah IX kami ucapkan selamat kepada Ketua Umum Yayasan bersama Rektor UIM serta sivitas akademika UIM atas keluarnya program studi Hukum, dengan upaya yang luar biasa, kami berharap kepada UIM untuk diselenggarakan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Prof Andi Niartiningsih melalui rilis yang diterima KABAR.NEWS, Senin (18/12/2017).

 

Prof Andi Niartiningsih berharap, semoga dengan keberadaan Prodi Hukum UIM dapat menambah khasanah pengetahuan hukum di Sulawesi Selatan.

 

"Karena sangat sedikit program studi Hukum di Sulawesi Selatan, ini satu potensi yang harus dikembangkan. Dengan hadirnya program studi baru ini mampu menambah kepercayaan masyarakat terhadap UIM," tandas Akademisi Ilmu Kelautan tersebut.

 

  • Arya Wicaksana