Skip to main content

Ini Cara Membentengi Rumah dari Gangguan Setan

rumah hantu
Ilustrasi

KABAR.NEWS, Makassar - Setiap orang tentu mendambakan ketentraman, ketenangan, dan kenyamanan di rumah yang mereka huni. Baik seorang suami, isteri, atau anak. Sebagaimana dikatakan "Baiti jannati" (Rumahku Surgaku).

Di dalam Al-Qur'an surat  Al-Ahzab (33) Allah SWT berfirman; "dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Namun, ketentraman, ketenangan, dan kenyaman sebagaimana yang dimaksud bukan berarti rumah tersebut harus mewah dan dilengkapi perabotan mahal.

Dari berbagai pandangan, rumah yang lama ditinggal kosong akan dihuni oleh bangsa jin. Namun, berbagai pendapat tentang keberadaan jin di sebuah rumah tidak hanya ditinggal kosong. Tetapi dilatari dengan berbagai faktor.

Semisal kurangnya aktivitas-aktivitas ibadah (shalat dan mengaji), pemasangan patung-patung, hingga gambar-gambar yang dipandang bernyawa. Sebagaimana dalam salah satu hadist, "para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung atau gambar-gambar," (HR. Muslim, No 5545). Kemudian, "Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar." (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

Dilansir dari Konsultasisyariah.com, Ustadz Ammi Nur Baits mengutip salah satu Hadist Riwayat Muslim 780, At-Turmudzi 2877), "Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya."

Kemudian, "sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu." (HR. Ad-Darimi 3422, At-thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 8642).

Menurut Ammi, terdapat keterangan bahwa setan meninggalkan rumah selama 3 hari. Hal ini berdasarkan hadis dari Sahl bin Sa’d radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; "Siapa yang membaca surat Al-Baqarah di malam hari maka, setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari," (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 780).

"Hanya saja, keterangan tambahan tiga hari dalam riwayat tersebut dinilai lemah oleh al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Silsilah Ad-Dhaifah no. 1349," jelas Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh ini.

Ia menambahkan, setan yang lari dari rumah ketika dibacakan surat Al-Baqarah adalah setan yang mengganggu secara zahir (secara lahiriah).

"Sebagaimana keterangan yang dinukil Ibnu Hibban, dari Imam Abu Hatim, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, setan tidak akan memasuki rumahnya. Maksudnya adalah setan yang membangkang (mengganggu) bukan yang lainnya. (Shahih Ibnu Hibban, 3:59)," terangnya.

"Siapa yang membaca?, tentu siapa saja. Jadi tidak harus tuan rumah. Lebih-lebih, jika tuan rumah sendiri tidak bisa membaca Alquran. Karena lafal dalam hadis yang dibacakan surat Al-Baqarah, dengan bentuk kalimat pasif. Artinya siapapun yang membaca, selama dilakukan di dalam rumah, telah memenuhi syarat untuk mengusir setan," terangnya.

Hanya saja, kata Ammi, tidak boleh menggunakan rekaman Mp3 atau sejenisnya. Karena membaca butuh niat. Sedangkan audio player atau komputer tidak bisa berniat.

Selanjutnya, tindakan pencegahan. Menurutnya, hal ini merupakan upaya berkelanjutan selama menempati rumah tersebut. Karena berkelanjutan, upaya ini hanya bisa dilakukan oleh tuan rumah atau orang yang menempatinya.

"Jadi si penghuni rumah ini tidak lagi bisa bergantung atau meminta bantuan orang lain. Karena itu, upaya ini lebih menekankan pada mental keagamaan penghuni rumah," jelasnya.

Sementara, terkait HR. Muslim 780, At Turmudzi 2877 yang menyebut, 'jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan'. Dikatakan Ammi, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya. "Karena hadist tersebut menkontraskan antara rumah dengan kuburan," tandasnya.

"Beliau (Rasulullah SAW) memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Karena salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah bukan tempat ibadah. Jadi agar rumah kita tidak seperi kuburan, yang bisa jadi banyak setan pengganggu, gunakan rumah kita untuk ibadah," pesannya.

Hadis ini, kata Ammi, sekaligus menuntut manusia yang belum bisa membaca Al-Quran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. "Karena untuk menjadikan rumah sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari kita harus mengundang orang lain," katanya.

Selanjutnya adalah sikap cuek, tidak peduli. Tindakan ini adalah cara ampuh untuk mengusir setan. Setan sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu, kemudian tidak digubris bisa jadi dia akan bosan untuk mengganggu.

Karena hal ini, menurutnya, berbeda ketika merasa ada yang mengganggu, kemudian kita mencari-cari di mana tempatnya, atau bahkan kita ajak bicara, atau siram dengan garam dan semacamnya. Karena hal itu akan membuat syaitan semakin menjadi-jadi dalam menggoda.

"Jadi ketika kita mendengar atau melihat ada sesuatu yang mengganggu, jangan diajak bicara, tapi mintalah perlindungan kepada Allah dan berdoa kepadanya," bebernya.

Terakhir ia berpesan, jadikan rumah seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukan tempat peristirahatan yang nyaman bagi setan.

"Hiasi rumah anda dengan berbagai ketaatan dan amal shaleh. Agar yang menemani anda juga makhluk yang sholeh. Hiasi rumah anda dengan bacaan Al-Quran, shalat, kajian mengupas halal-haram, dan lantunan zikir," tutupnya.