Skip to main content

Kiprah Alam Seniman Lettering, Tetap Andalkan Keterampilan di Tengah Serbuan Teknologi

Alam, salah seorang seniman Lettering saat menunjukkan kebolehanya menggambar dengan media kertas di Warkop Siama, Selasa (19/201/2017). (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Di zaman yang serba modern kini, seni Lettering tentu banyak mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Sehingga sangat jarang para seniman Lettering menggunakan alat manual dalam menghasilkan karya kaligrafi.

 

Seni Lettering bisa dibilang merupakan salah satu keterampilan dalam mengkolaborasikan huruf menjadi sesuatu yang indah, di mana sekarang sudah bisa dilakukan menggunakan aplikasi tertentu di komputer. Namun di kota Makassar terdapat komunitas seni yang tetap mempertahankan menggunakan cara lama atau manual.

 

Menggunakan cara manual sendiri tentu membutuhkan sentuhan fisik yang lebih banyak dibanding aplikasi yang canggih, dan yang pastinya dipadukan dengan jiwa seni dari seniman sendiri.

 

Alamsyah Sambikal (22), mahasiswa jurusan Teknik, angkatan 2013 Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang merupakan salah satu anggota komunitas seni Lettering 'Thypography Makassar' salah satunya. Komunitas 'Thypography Makassar' saat ini telah beranggotakan sekitar 70 orang seniman, baru - baru ini merayakan milad yang ke-3.

 

Kecintaannya pada seni sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) membuatnya terus mempertahankan cara lama dalam menciptakan karya yang luar biasa.

 

Seni, kata Alam yang merupakan perantau asal Bau-bau, sudah menjadi bagian dari hidupnya. Kini tak terhitung lagi karya seni Lettering yang dihasilkan dari tangan kreatifnya, di samping ia menjalani aktivitasnya di bangku kuliah, ia juga selalu menyisihkan waktu sibuknya dengan menggeluti dunia seni.

 

"Ada beberapa alat pendukung dalam seni Lettering, seperti Penggaris, penghapus, spidol, brush pen, parallel, rollong pen (manual, didesain sendiri), dan water brush, nah ini yang membedakan jika menggunakan aplikasi yang serba canggih,"ujarnya kepada KABAR.NEWS, Selasa (19/12/2017).

 

Ada kepuasan tersendiri yang tak ternilai bagi dia setiap kali menyelesaikan karya seni. Tak jarang ia dipanggil untuk mendesain kaligrafi di setiap acara kampus. Seperti baju, tas, spanduk dan lain - lain.

 

Bukan hanya itu, keahliannya dalam menghasilkan karya yang indah dalam bentuk gambar atau lukisan juga membuatnya kerap dipanggil untuk menghias dinding (grafity).

 

Memiliki bakat seperti ini ternyata bisa menghasilkan rupiah. "Sering ada yang pesan Lettering, harga tergantung desainnya bagaimana, tapi biasanya kalau ukuran kertas A4 itu tarifnya 50 ribu," kata Alam.

 

  • Andi Frandi