Skip to main content

Sejarah Hari ini: Ferdinand Magelhaens Memulai Pelayaran Mencari Pulau Rempah

rtrtrtrt
Infografis (Arya Wicaksana)

 

KABAR.NEWS - Tak hanya aromanya yang harum, rempah-rempah juga mengundang bangsa Eropa melakukan penjelajahan ke penjuru dunia. Jejak tersebut dapat ditelusuri dari kehadiran bangsa Eropa yang berlayar jauh dari tanah leluhurnya ke berbagai sumber rempah-rempah. Salah satu bangsa yang sangat bergairah memburu sumber rempah-rempah adalah bangsa Spanyol dan Portugis.

Sebelumnya, Columbus telah lebih dahulu melakukan penjelajahan. Kegagalan Columbus tak menghentikan para penjelajah lain menelusuri sumber rempah. Yah, setelah itu ada nama penjelajah lainnya bernama Ferdinand Magelhaens.

Ia memulai perjalanannya tepat pada tanggal 10 Agustus 1519. Berangkat dari Sevilla dengan 5 rombongan kapal, diantaranya San Antonio, Victoria, Santiago, dan Concepcion, berlayar menuju Amerika Selatan mengikuti kapal terbesar bernama Trinidad yang dinakhodai oleh Magelhaens.

Seperti diketahui bahwa saat itu, harumnya aroma rempah merupakan primadona bagi bangsa Eropa. Tak bisa dipungkiri, rempah merupakan salah satu komoditas ekonomi yang paling dicari saat itu. Hal ini kemudian menghantarkan Megellans berlayar dari Sevilla, untuk mencari pulau rempah-rempah. Tujuannya adalah wilayah Timur jauh, yang tak lain adalah kepulauan Ternate dan Tidore.

Jauhnya perjalanan yang ditempuh oleh rombongan Magelhaens mengharuskannya berhenti di sejumlah titik. Pada tanggal 15 Desember 1519, Magellans tiba di Brazil.

Perjalanannya juga melintasi Pasifik di tengah kerasnya pelayaran yang menguras waktu, tenaga, bahkan nyawa. Tercatat sejumlah awak harus meregang nyawa di dalam perjalannya karena serangan penyakit dan kehabisan bekal makanan pada tahun 1520.

 

 

Sebelum mencapai tujuan utamanya, Magelhaens dan rombongan terlebih dahulu tiba di kepulauan Mariana, Filiphina. Dia kemudian terlibat pertikaian dengan penguasa lokal.

Sayang ia harus terbunuh dalam sebuah peperangan. Kiprah Ferdinand Magelhaens harus berakhir di Filiphina pada 27 April 1952. Kepemimpinan kapal pelayaran lantas diambil alih oleh rekannya, Sebastian del Cano bersama 115 orang lainnya yang selamat.

Mereka berlayar menuju Maluku (Kepulauan Rempah-rempah) pada November, mengangkut rempah-rempah yang bernilai tinggi. kapal Victoria yang ditumpanginya berhasil mengangkut sebanyak 26 ton rempah-rempah dari hasil penjelajahannya. Sejumlah 18 awak kapal Ferdinand akhirnya kembali ke Spanyol pada tanggal 6 September 1522.

Meski demikian perjalanan Magelhaens yang penuh tekad dan keberanian merupakan salah satu prestasi navigasi terhebat di masanya. Terlihat dari lama perjalanan dan jangkauan pelayarannya yang cukup jauh. Kini, aroma rempah masih menyisahkan semerbak harum. Meski bangsa Eropa tak lagi menduduki tanah Maluku, jejaknya masih bisa ditelusuri dalam lintasan sejarah umat manusia.

 

  • Fardan-Arya