Skip to main content

Tanpa Memandang Agama, Masjid di AS Tawarkan Bantuan Bagi Korban Banjir Houston

houston
Banjir Houston membuat warga harus mengungsi dari tempat tinggal mereka (INT)

 

KABAR.NEWS -  Tak hanya dibuka sebagai tempat beribadah bagi muslim, sejumlah masjid di Amerika Serikat(AS) terbuka bagi siapa saja korban banjir Houston.

Hujan lebat mengguyur diiringi badai Harvey berdampak pada kehidupan warga di Texas. Sejumlah warga bahkan harus mengungsi karena dampak bencana ini.

Nah, masjid di sekitar wilayah Texas memberikan tempat kering untuk tidur sementara, mengganti pakaian, dan keperluan warga lainnya.

Sebanyak 250.000 muslim tinggal di sekitar wilayah Houston, salah satu kota paling multikultural di AS. Masjid-masjid dan organisasi amal di sana merupakan pihak pertama yang mengulurkan bantuan selama terjadinya bencana. Mereka menawarkan bahan bantuan dan tempat penginapan sementara kepada sejumlah warga.

“Lihatlah, menolong tidak membutuhkan alasan, kamu bahkan tidak harus berdiskusi atau berdebat soal itu,” kata M.J Khan, ketua Islamic Society of Greater Houston, dikutip dari Independent pada Sabtu (01/09/2017).

“Ini merupakan bagian dari kepercayaan kami dan bagian dari kemanusiaan. Saya selalu merasa bahwa inilah alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia, untuk saling membantu satu sama lainnya,” tambahnya.

Sementara itu komunitas muslim bernama Islamic Society of Triplex, Masjid Beaumont, mendonasikan ribuan hidangan makanan, juga tenaga sukarela mereka untuk bantuan medis, kepada tetangga mereka yang mengungsi karena banjir.

Jamaah masjid ini pada Kamis malam lalu, membawakan hidangan makanan kepada sekitar 500 orang di dua penampungan darurat kota tersebut. Sementara seorang jamaah masjid yang juga seorang dokter, juga mengunjungi tempat penampungan sementara menawarkan layanan kesehatan tanpa biaya.

Sebelumnya, hubungan antara muslim dan komunitas sekitarnya di Texas, dan di wilayah lainnya sempat renggang karena meningkatkan sentimet anti-muslim di AS.

Namun, muslim di sana membuktikan bahwa kehadiran mereka bukanlah ancaman. Pada perjalanannya, anggota masyarakat harus saling mengetahui satu sama lain.

Kepada Association Press, seorang perempuan non-muslim menyatakan bahwa merasa senang dengan tindakan komunitas muslim tersebut. “Muslim seperti juga pribadi lainnya. Mereka peduli, mencintai, dan membantu orang-orang. Saya merasa beruntung mereka terbuka dan berniat datang menawarkan bantuan dan tempat layak,” ujar Katherine McCusker.

Sementara, sejumlah non-muslim lainnya yang tinggal sementara di masjid mengisahkan pengalamannya di sosial media, menyatakan bahwa sangat kagum dengan tradisi keramahan yang ditunjukkan oleh umat muslim.